Berhemat atau Meningkatkan Penghasilan?

Kunjungan ke dokter gigi selalu membuat saya takut. Begitulah di suatu pagi saya duduk dengan canggung dan keringat dingin persis seperti pertama kali wawancara kerja. Apalagi ditambah suara mesin bor gigi membuat saya makin ngilu.
Majalah yang dari tadi saya bolak-balik terjatuh begitu nama saya dipanggil. Keadaan lebih memalukan lagi di dalam kamar praktik dokter gigi. Jangankan membuka suara, membuka mulut nyaris tak bisa saya lakukan tanpa gemetaran. “Ya….sudah selesai”, jadi kalimat yang paling membahagiakan yang saya dengar hari itu.
Dengan harga-harga yang makin melambung, kita pun mau tidak mau harus berhadapan dengan sesuatu yang menakutkan dan boleh kita sebut kesulitan hidup. Mulai dari harga BBM yang akan naik 10%-30% dan tentunya sembilan bahan pokok kebutuhan pokok rumah tangga. Kabarnya, bu-ibu bingung sebab uang belanja yang biasanya cukup untuk satu hari, kini habis sampai makan siang saja.
Tenang, lonjakan harga adalah kejadian yang berulang, seperti sakit gigi. Anda hanya perlu mengatasi rasa takut ke dokter gigi. Artinya anda sedikit frustasi tetapi jangan sampai kehilangan semangat sebab ada semacam berkah tersembunyi. Kondisi ini membuat paling tidak perilaku konsumsi menjadi lebih rasional.

Berhemat
Mau tidak mau lonjakan harga yang tidak diimbangi naiknya pendapatan, membuat kita harus melakukan penyesuaian gaya hidup menjadi lebih rasional. Terpangkasnya pengeluaran membuat kita berpikir ulang setiap kali membeli barang. Kita melakukan penghematan antara lain :

1. Mengendalikan hasrat atau keinginan
Bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Berbelanjalah berdasarkan kebutuhandan perhitungkan mana kebutuhan pokok dan mana kebutuhan yang masih bisa disesuaikan dengan anggarannya. Jangan jadikan gengsi sebagai prioritas dalam berbelanja. Keterbatasan anggaran membuat perbaikan perilaku belanja semakin penting. Mungkin tidak ada anggaran lagi untuk membeli pakaian, sepatu atau aksesori yang bermerek, juga gonta ganti handphone hanya sekedar menjaga gengsi. Terapkanlah bisa tampil rapi dan hemat biaya.

2. Kurangi frekuensi bepergian ke pusat perbelanjaan.
Buatlah daftar kebutuhan terlebih dahulu dan berbelanjalah barang yang hanya terdapat dalam daftar belanja. Mungkin tidak perlu selalu mengajak si kecil ikut berbelanja, usahakan langsung menuju rak atau counter yang sudah direncanakan.

3. Cobalah lebih memperhatikan berbagai cara menghindari sakit agar bisa menghindari mahalnya biaya kesehatan, misalnya menghindari stress, karena banyak penyakit yang terpicu oleh gangguan psikis. Terapkan pola makan sehat, juga lakukan olah raga secara rutin untuk meningkatkan kebugaran tubuh tanpa bantuan suplemen.

4. Lakukan strategi meminimalkan beban rekening listrik, telepon dan air. Misalnya, gunakan alat listrik berdaya rendah dan hematlah penggunaannya. Terapkan juga cara penghematan telepon biasa dan pulsa HP. Irit juga dalam penggunaan air, jadwalkan pengguanaan pompa listrik, gunakan air 1-2 untuk cuci mobil, karena selang air membuat air bersih banyak terbuang.

5. Rekreasi perlu, tetapi tidak harus mal. Cobalah menggali hakikat rekreasi dari hal-hal yang sederhana. Misalnya melakukan kegiatan bersama keluarga dirumah. Intinya, pemangkasan biaya rekreasi tidak harus mengurangi makna rekreasi itu sendiri.

Banyak sekali ide penghematan dalam rangka menyiasati kenaikan harga saat penghasilan Belem bertambah. Dengan sedikit kreatifitas dan kerja sama seluruh anggota keluarga maka penghematan bisa membantu anda menyelesaikan masalah ini dalam jangka pendek, sambil secara pelan-pelan dalam jangka panjang Anda melakukan usaha-usaha menambah penghasilan. Ya betul, penghematan saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan peningkatan penghasilan. Sebab kenaikan harga-harga akan terus terjadi tahun depan, akibatnya pengeluaran kembali naik. Jika tidak di ikuti dengan kenaikan penghasilan, jangankan berinvestasi, untuk kebutuhan harian pun pas-pasan.

Multikarier
Dalam ketidakpastian ekonomi memiliki beberapa sumber pendapatan adalah cara yang realistis agar keluarga dapat meningkatkan penghasilannya. Kalau begitu, mengapa hanya, menekuni satu bidang pekerjaan? Mengapa tidak menjalankan beberapa profesi bersamaan? Secara finansial Anda tetap aman karena tidak perlu meninggalkan pekerjaan utama, sambil mempelajari sesuatu yang baru. Lagipula memiliki multikarier memberikan Anda keseimbangan agar tidak kelelahanatau kehilangan minat terhadap pekerjaan utama.

Orang yang memiliki multikarier bererti memiliki dan menjalankan beberapa jenis peerjaan sekaligus. Mereka ingin menjajal kemampuan dibidang lainnya tanpa harus mengorbankan pekerjaan formalnya saat ini.

Misalnya, seseorang pada jamkerja biasa bekerja sebagai seorang karyawan di bagian akunting, kemudian seminggu tiga kali pada sore hari dia menjadi pelatih fitnes di sebuah pusat kebugaran. Pada akhir pekan dia berjualan batik di berbagai bazar. Faktanya, didunia korporasi para pekerja tidak memberikan 100% waktu mereka, melaikan memberikan komitmen 80% dari waktu kerja mereka dan melihat-lihat kalau ada peluang melakukan hal lain.
Golongan orang diluar kelas pekerja pun, umumnya menerapkan waktu kerja secara fleksibel. Jadi konsep bekerja paruh waktu belum sepenuhnya diterima tetapi makin banyak diminati. Yang patut diingat, menjalankan multikarier adalah proses perkembangan tanpa kehilangan keamanan dari pekerjaan atau kehilangan kepercayaan diri atas keahlian Anda. Selamat mencoba.

Posted by INFO GeRATIS on 22.01. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 comments for Berhemat atau Meningkatkan Penghasilan?

Leave comment

GeRATIS Info meledakkan Penghasilan Anda:

Segera cek email Anda untuk mengaktifkan


Frans Ana

Phone : +6221 95800002


FOLLOW US :

2010 INFO GeRATIS. All Rights Reserved. - Written by : Frans Firdaus