Mengombinasikan Risiko

Salah satu terobosan investasi di reksa dana campuran dikeluarkan oleh perusahaan manajer investasi PT. Fortis Investment. Perusahaan ini mengeluarkan reksa dana campuran bernama Fortis Comoditas Plus.
Apa bedanya reksa dana ini dengan reksa dana campuran yang lain? Kalau reksa dana campuran pada umumnya mengombinasikan investasinya di saham dengan pasar uang dan surat utang. Fortis Comoditas Plus juga melakukan hal yang sama.
Bedanya, saat berinvestasi di saham, reksa dana campuran ini memilih masuk ke saham sektor komoditas dan industri. Saham sektor komoditas antara lain perusahaan agrikultur dan pertambangan.
Alasannya PT. Fortis invesment melihat peluang keuntungan dari menggeliatnya saham di sektor komoditas dan industri. Namur, Presiden Direktur PT. Fortis Invesment Eko P. Pratomo menyatakan tidak akan berinvestasi langsung di bursa komoditas.
Yang dimaksud berinvestasi di saham komoditas dan industri adalah membeli saham di Bursa Efek Indonesia yang bergerak disektor komoditas dan industri yang mencakup sektor pertambangan, agrikultur, infrastruktur, industri dasar dan kimia, utilitas, transportasi, perdagangan dan pelayanan.
Benarkah saham komoditas dan industri menjanjikan keuntungan menarik? Mengingat harga produk komoditas bergantung pada harga di pasar dunia. Sementara pertumbuhan di sektor industri dipengaruhi oleh kondisi perekonomian.
Terhadap perkembangan saham sektor komoditas dan industri tahun ini, analis pasar modal PT. Hortus Danavest Tbk Andrian Rusmana memperkirakan kalau saham perusahaan comoditas penghasil kelapa sawit, seperti Astra Agro Lestari atau London Sumatera plantations sampai semestre I/2008 masih bagus.
Namun, dia memprediksikan potensi keuntungan perusahaan kelapa sawit memasuki semester kedua akan semakin menurun karena harga kelapa sawit menunjukan kecenderungan turun.
Penurunan harga kelapa sawit itu mungkin disebabkan oleh menurunnya permintaan. Sedangkan pergerakan saham Aneka Tambang diprediksikan datar karena harga nikel tidak setinggi tahun lalu. Saham timah masih baik karena harga timah cenderung naik.
Adapun saham telekomunikasi diyakini masih prospektif. Meski secara umum saham komoditas dan infrastruktur prospektif, Adrian yang telah lebih dari 10 tahun berkiprah di pasar modal menyarankan agar manager investasi reksa dana tidak membeli saham comoditas dan industri saat ini karena sahamnya sudah mahal.
Membeli saham, sebaiknya dilakukan saat harganya dilevel yang murah. Menyadari di pasar saham itu, Eko mengatakan baru akan menempatkan sebagian dana reksa dana di saham tersebut, saat pasar sedang terkoreksi.
Idealnya investasi di reksa dana memang untuk tujuan jangka panjang. Komposisi investasi di reksa dana campuran menarik karena memadukan pilihan investasi berisiko tinggi yakni di saham dan moderat di surat utang.

Moderat-agresif
Reksa dana campuran ini cocok untuk investor yang bertipikal moderat dan agresif. Selain itu, dalam situasi ekonomi yang sangat tidak stabil ini, berhati-hati dalam memilih produk investasi adalah langkah yang tepat.
Salah satu alternatif, mungkin dengan membeli reksa dana campuran Fortis Komoditas Plus. Reksa dana campuran ini bisa dibeli dengan setoran awal sebesar RP 20 juta di cantor Bank HSBC mulai 5 Mei 2008.
Eko sebagaim manager investasi memang tidak menjanjikan keuntungn yang akan diperoleh investor. Namun, rekam jejak manajer investasi ini bisa menjadi bahan pertimbangan, karena beragam penghargaan sebagai reksa dana terbaik telah diperoleh Fortis.
Sebagai gambaran, produk reksa dana campuran yang dikeluarkan Fortis pada 2005, yaitu Fortis Equitra memberikan return 40% pada 2007 dan Sejak diterbitkan telah memberikan return 90%.
Sebagai pengelola dana, Fortis Invesments memungut biaya imbal jasa manajer investasi maksimum sebesar2,5% sedangkan imbal jasa bank kustodian minimum 0,2% dan maksimum 0,25%. Sedangkan untuk biaya pembelian unit penyertaan maksimum sebesar 2% dari nilai transaksi pembelian dan biaya penjualan kembali sebesar 2%.
Berinvestasi dereksa dana memang menjadi alternative menarik saat suku bunga deposito rendah. Reksa dana cocok untuk investor yang menginginkan imbal hasil lebih tinggi dari pada bank, tetapi kurang menyukai risiko.

Karakteristik reksa dana

Produk pasar modal yang bisa dibeli oleh investor ritel
Produk investasi kolektif yang bisa dengan setoran modal murah dibandingkan dengan bila investasi langsung ke pasar modal
Investasi yang dikelola oleh manajer investasi
Potensi keuntungan dari return dan kenaikan harga reksadana di pasar sekunder

Posted by INFO GeRATIS on 21.51. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 comments for Mengombinasikan Risiko

Leave comment

GeRATIS Info meledakkan Penghasilan Anda:

Segera cek email Anda untuk mengaktifkan


Frans Ana

Phone : +6221 95800002


FOLLOW US :

2010 INFO GeRATIS. All Rights Reserved. - Written by : Frans Firdaus