Penjualan Batubara ABM Investama Capai 2,9 Juta Ton
Energy 10.56

Dengan volume penjualan tersebut, maka total penjualan batubara Reswara telah mencapai 2,9 juta metrik ton atau lebih dari 50 persen dari target penjualan perusahaan di 2012 yang sebesar 5,5 juta metrik ton
PT ABM Investama Tbk (ABMM) melalui anak usahanya, PT Reswara Minergi Hartama (Reswara) telah menandatangani kontrak penjualan batubara dengan AVRA Commodities Ltd. (AVRA Commodities) sejumlah 935.000 metrik ton dengan kadar 5.500 kilo kalori ADB pada 16 April 2012.
Dengan volume penjualan tersebut, maka total penjualan batubara Reswara telah mencapai 2,9 juta metrik ton atau lebih dari 50 persen dari target penjualan perusahaan di 2012 yang sebesar 5,5 juta metrik ton di awal kuartal kedua tahun ini.
Batubara tersebut diproduksi oleh anak usaha Reswara, PT Tunas Inti Abadi (TIA) dari wilayah pertambangan di Kalimantan Selatan.
Kontrak tersebut merupakan salah satu kontrak stategis antara Reswara dengan AVRA Commodities. Dimana AVRA merupakan perusahaan komoditi multinasional yang fokus pada perdagangan batubara di Indonesia.
“Dengan adanya kontrak dengan AVRA Commodities, Reswara berhasil mengamankan trader strategis lainnya, setelah pada awal tahun telah bermitra dengan sebuah perusahaan dari India. Hal ini menjamin ketersediaan pasar bagi batubara yang kami produksi melalui dua konsesi pertambangan yang kami miliki,” ungkap Harry Asmar, Presiden Direktur Reswara, dalam keterangan tertulisnya, hari ini.
Reswara dan AVRA Commodities juga melihat kesempatan dalam waktu dekat untuk meningkatkan penjualan batubara milik TIA (TIA Compliant Coal - TCC) maupun batubara lain yang dijual melalui Reswara (Reswara Trading Coal - RTC) untuk spesifikasi 6000 kilo kalori GAR (Kaltim), 5000 kilokalori GAR (Kalteng), dan 4000 kilokalori GAR (Kalsel).
AVRA Commodities sendiri bergerak dalam perdagangan komoditas terutama thermal coal dengan tujuan suplai utama pasar India, Cina, Thailand dan Filipina. AVRA Commodities memiliki perpanjangan tangan di Indonesia dengan nama PT AVRA Indonesia.
Presiden Direktur PT ABM Investama Tbk, Andi Djajanegara menambahkan Reswara berhasil mencatat pertumbuhan penjualan secara progresif sebelum Semester I 2012 dan memberikan keyakinan kuat kepada manajemen bahwa target penjualan batubara dapat terpenuhi.




