Smart Car Jadi Tren Industri Telekomunikasi dan Otomotif
OtoTekno 15.14
Tren konvergensi telekomunikasi kini telah merambah ke dunia otomotif. Meski teknologi ini sendiri bukan hal yang baru, namun ke depan akan tetap menjadi tren.Tidak menutup kemungkinan nantinya pihak produsen otomotif akan melakukan kerja sama semacam bundling dengan operator dalam bentuk paket-paket dan layanan menarik lainnya, sehingga konsumen akan semakin dimudahkan.
IP Head Of Core Network Operation Support Division Telkomsel Dedi Suherman, dalam seminar “Membedah Tren Konvergensi Industri Telekomunikasi dan Otomotif di Era Broadband”, yang diselenggarakan Pusat Study Telekomunikasi Indonesia (PASTI), di Jakarta, Senin, 30 April 2012, mengatakan, Telkomsel melakukan pengembangan dan mengimplementasikan Long Term Evolution (LTE) melalui Smart Car, yaitu kendaraan yang memiliki konektivitas Long Term Evolution untuk mengakses beragam konten dan aplikasi seperti Location Base Service (LBS), vehicle monitoring Mobile TV, Tekomsel Application Store dan aplikasi bermanfaat lain yang berbasis LTE.
“Inilah yang dimaksud dengan konvergensi ke depan. Teknologi dan perangkat satu sama lain saling terhubung. Tidak ada kendala dan tanpa batas menuju era digital. Tidak ada kendala lagi orang mengemudi karena sibuk mencari nomor telepon,” ujar Dedi.
Produsen otomotif Ford, menurut penuturan Product Planning Manager PT Ford Indonesia Abraham Gandawinata , selama ini banyak sedan kelas premium telah memanfaatkan konvergensi telekomunikasi, namun Ford kini telah melengkap produknya dengan SYNC teknologi.
“Teknologi SYNC ini telah melengkapi All New Ford Focus Fiesta sebagai konetivitas hand free dalam mobil yang diaktifkan melalui suara pengendaranya. Fitur ini bisa diaktifkan dengan menghubungkan dengan Bluetooth yang ada di ponsel ke perangkat layar yang dimiliki All New Ford Focus. Tinggal perintahkan dengan suara, langsung terinterkoneksi dengan nomor tujuan dan melakukan calling,” ujar Abraham.
Sementara itu, dalam hal infrastruktur komunikasi, pemerintah menargetkan Indonesia selalu terhubung di seluruh daerah di Indonesia.
Untuk merealisasikan itu semua, dikatakan Dirjend Aplikasi dan Telematika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Ashin Sasongko, diperlukan adanya pembangunan jaringan secara menyeluruh dan juga didukung oleh regulasi di seluruh sektor yang ada.
“Kita targetkan, 2012 seluruh daerah hingga ke kecamatan memiliki koneksi internet. Target kami adalah Indonesia connected,” ujarAshwin Sasongko, pada acara seminar yang digelar di hotel Kartika Chandra tersebut.
Ashwin mengatakan, broadband akan menjadi salah satu infrastruktur telekomunikasi yang diperlukan. “Kalau infrastruktur itu telah ada, maka aplikasi dan konten dapat berjalan di atasnya,” tegasnya.
Ashwin menegaskan, broadband merupakan infrastruktur yang harus dioptimalkan. Untuk itu perlu didorong dengan regulasi di seluruh sektor.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Suherman mendukung imbauan pemerintah. “Dalam hal ini koneksi data Telkomsel sudah menyebar ke daerah daerah. Terutama terkait dengan program 100 broadband cities dengan target 75 pelanggan data,” ungkap DediRedaksi : InfoBankNews.com




