Sentimen Global Bawa Pelemahan Rupiah
Ekonomi and Bisnis 17.47
Bank Indonesia (BI) menilai sentimen global tetap menjadi pemicu utama pelemahan nilai tukar rupiah, yang hari ini melemah sebesar 0,7%.Selain itu, bank sentral juga melihat kebutuhan impor yang masih tinggi membuat kebutuhan valuta asing (valas) meningkat di dalam negeri.
“Ada beberapa data dari Amerika Serikat, jadi sentimen global ke arah emerging market termasuk Indonesia ke arah negatif . Sementara di dalam negeri kebutuhan valas meningkat. Ini impor sangat tinggi,” tutur Kepala Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo, kepada wartawan di Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat, 4 Mei 2012.
Selain itu, lanjutnya, hal lain yang memengaruhi pelemahan rupiah karena ada kebijakan Reserve Bank of Australia (bank sentral Australia) yang menurukan suku bunga acuan sebesar 50 basis points, menjadi 3,75%.
Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS (USD) hari ini melemah 0,7%, menjadi Rp9.247 per 1USD. Kendati pada perdagangan pagi hari, rupiah sempat menguat ke level Ro9.226 per 1USD.
Bank sentral sendiri mencatat kurs tengah nilai tukar rupiah terhadap USD naik menjadi Rp9.218 per 1USD pada hari ini, dibanding kemarin yang tercatat kurs tengah Rp9.196 per 1USD.Redaksi : InfoBankNews.com




