10 Pengusaha Terhebat Dunia
Feature, Tokoh 10.51
Dalam daftar berikut ini, akan diulas 10 pengusaha terhebat sepanjang masa . Mereka tidak hanya sukses, tapi juga telah membangun kerajaan bisnis yang menaungi ribuan bahkan ratusan ribu karyawan.
Siapa sajakah mereka?
Jobs merupakan salah satu pendiri Apple, satu-satunya perusahaan
teknologi yang sanggup melawan dominasi Microsoft. Berlawanan dengan
metode ekspansi Gates, pengaruh Jobs pada Apple telah menjadi salah satu
ledakan kreatifitas.
Apple merupakan perusahaan komputer saat Jobs masuk ke situ.
Sekarang, iPod, iPhone dan iPad lah yang jadi pendorong pertumbuhan
sekaligus sumber penghasilan utama Apple. Saat Apple berhasil melampaui
penguasaan pasar Microsoft pada 2010, jelas bagi para investor bahwa
perusahan terbaik untuk berinvestasi sudah tiba.
Terbukti, saat ini Apple merupakan perusahaan termahal di dunia.
Setelah mengalahkan Samsung soal hak paten di pengadilan AS pekan lalu,
saham Apple tembus rekor tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah
bursa dunia yaitu US$ 675,68 atau Rp 6,08 juta per lembarnya.
2. Bill Gates
Industri: Perangkat lunak
Perusahaan: Microsoft
Perusahaan: Microsoft
Bill Gates dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia dan
pendiri Microsoft. Namun, bukan level teknologi superior yang menolong
Gates dan perusahaannya ‘mencengkramkan cakarnya’ di pasar sistem
operasi komputer dunia. Kecerdasan bisnis dan sifat Gates yang sangat
kompetitif lah jawabannya.
Daripada membayar laba perusahaan ke para pemegang saham, Gates
membangun peti perang raksasa yang membantu Microsoft bertahan dari
gugatan hukum antimonopoli dan meraup pasaran baru. Keputusan ini
terbukti benar, seiring dana darurat Microsoft aman-aman saja selama
bubble dan pasar memperlihatkan kompetitornya menggelepar.
3. Walt Disney
Industri: Hiburan
Perusahaan: Disney
Perusahaan: Disney
Disney menciptakan karakter Mickey Mouse terinspirasi dari tikus yang
berkeliaran di kantornya. Dia kemudian membuat Mickey Mouse sebagai
pahlawan di “Steamboat Willie” pada 1928. Kesuksesan komersil Mickey
Mouse membuat Disney mampu membangun pabrik kartun dengan sejumlah tim
yang terdiri dari animator, musisi dan seniman.
Selama beberapa dekade berikutnya, perusahaan Disney menjadi kerajaan
hiburan dengan salah satu merek terkuat dalam industri bisnis dunia.
4. Charles Schwab
Industri: Broker diskon
Perusahaan: Charles Schwab
Perusahaan: Charles Schwab
Saat SEC beralih dari komisi suku bunga tetap, Charles Schwab &
Co. mulai menawarkan jasa broker diskon ke investor mana saja yang ingin
membeli atau menjual saham. Schwab mengubah struktur perusahaannya
menjadi biaya streamline untuk menyesuaikan suku bunga yang terdiskon.
Hal yang dihilangkan adalah riset, saran dan bonus.
Schwab & Co. memiliki pegawai yang tugasnya memasukkan order
melalui sistem komputer otomatis. Schwab mendemokrasikan investasi,
membuatnya mudah dan terjangkau bagi investor individual untuk meraup
dan kehilangan uang di bursa, sama persis seperti institusi besar.
5. Sam Walton
Industri: Ritel
Perusahaan: Wal-Mart
Perusahaan: Wal-Mart
Fokus Sam pada daerah terpencil menimbulkan tantangan tersendiri baik
di sisi penyimpanan maupun pengiriman. Jadi, Sam membangun pabrik
raksasa di area-area antara beberapa toko. Pengiriman ke pabrik jauh
lebih besar daripada yang dikirimkan ke satu toko.
Hal ini memungkinkan Sam menghemat biaya pengiriman melalui diskon
volume dari pemasok. Toko-toko kemudian melempar penghematan biaya ini
ke pelanggan. Meski laba per penjualan sangat kecil tapi bisa tertutup
dari besarnya volume penjualan.
Sadar biaya, komitmen untuk meningkatkan efisiensi dan kemampuan
menegosiasikan diskon volume dengan pemasok memungkinkan Wal-Mart
memasang harga sangat bersaing hingga peritel lain harus waspada.
6. Charles Merrill
Industri: investasi perbankan
Perusahaan: Merrill, E.A. Pierce and Co. (bagian dari Bank of America sekarang)
Perusahaan: Merrill, E.A. Pierce and Co. (bagian dari Bank of America sekarang)
Dia adalah seorang pendukung kapitalisme rakyat, menawarkan jasa
keuangan yang biasanya hanya diperuntukkan bagi orang kaya atau investor
langganan. Merrill berusaha merebut kembali kepercayaan Wall Street
setelah Kehancuran 1929.
Merrill menerbitkan 10 komandemen dalam laporan tahunan 1949. Itu
adalah jaminan publik bahwa perusahaan akan bertindak sendiri dalam
pemenuhan permintaan dan menghilangkan ketakutan klien. Merrill dikenang
baik dan mempopulerkan jargon “Bringing Wall Street to Main Street”
(membawa Wall Street ke jalanan).
7. Henry Ford
Industri: otomotif
Perusahaan: Ford
Perusahaan: Ford
Jika kita melihat jumlah pemain besar di industri otomotif saat ini,
mudah melupakan bahwa pada 1905 ada lebih dari 50 start-up untuk wilayah
Amerika saja. Apa yang membedakan perusahaan Henry dari kompetitornya
adalah, Ford merupakan satu-satunya perusahaan yang mencoba membuat
mobil untuk semua kalangan. Tidak hanya kalangan atas.
Henry Ford membuat warga Amerika bisa menikmati mengendarai mobil,
tidak hanya orang-orang kaya. Henry juga mengenalkan produksi massal
sebagai kekuatan tawar menawar.
8. Thomas Edison
Industri: Riset dan pengembangan (R&D)
Perusahaan: Edison General Electric, Edison Illuminating Company, dll. (sekarang GE atau tetap perusahaan yang sama dengan nama Edison tetap menempel)
Perusahaan: Edison General Electric, Edison Illuminating Company, dll. (sekarang GE atau tetap perusahaan yang sama dengan nama Edison tetap menempel)
Sebagian besar penemu diingat karena satu inovasi. Sementara Edison
membuat inovasi sebagai bisnis dan menggunakan produksi massal untuk
mendistribusikan hasilnya. Dia mendirikan perusahaan R&D pertama di
dunia di Menlo Park, California.
Nama Edison tercantum di ribuan inovasi yang kita gunakan sehari-hari
dan menginspirasi jutaan produk lainnya berkat pendekatan R&D-nya
yang sistematik. Bayangkan jika tidak pernah ada Edison di dunia ini.
Edison meninggalkan hidupnya sebagai operator telegraf dan pindah ke
Boston pada 1868 untuk menjadi penemu. Dia tidak hanya menciptakan
bohlam lampu tapi juga menciptakan infrastruktur untuk menyalakannya.
Namanya masih bisa dilihat di seluruh dunia dan GE hanyalah salah satu warisan kecil Edison.
9. Andrew Carnegie
Industri: Besi baja
Perusahaan: Carnegie Steel (dibeli dan dijadikan satu dengan U.S. Steel)
Perusahaan: Carnegie Steel (dibeli dan dijadikan satu dengan U.S. Steel)
Andrew Carnegie sangat mencintai efisiensi. Pabrik penggilingan baja
Carnegie selalu yang terdepan dalam teknologi. Setiap ada perlambatan
ekonomi, Carnegie mencaplok pabrik kompetitor dan perusahaan di level
produksi lainnya.
Carnegie merenovasi penggilingan tua menjadi standar modern dan
berhasil mengalahkan jumlah produksi serta profit
kompetitor-kompetitornya setiap kali ekonomi bangkit.
Pria Skotlandia yang lahir pada tahun 1835 ini terkenal sebagai Santa
Klaus-nya Wall Street kala itu karena paling rajin beramal dengan
jumlah sumbangan sangat besar dari kekayaan pribadinya.
10 John D. Rockefeller
Industri: Penyulingan minyak
Perusahaan: Standard Oil (dipecah-pecah oleh antimonopoli, menjadi Exxon, ConocoPhilips, Chevron dll.)
Perusahaan: Standard Oil (dipecah-pecah oleh antimonopoli, menjadi Exxon, ConocoPhilips, Chevron dll.)
Rockefeller dikenang sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di
Wall Street. Dia dianggap sebagai penjahat, inovator sekaligus pria
paling kuat dalam sejarah. Satu hal yang membedakan Rockefeller dari
pebisnis lain adalah dia memahami betul apa itu resiko.
Daripada masuk ke bisnis spekulasi, Rockefeller memilih menggeluti
bisnis pengilangan minyak yang untungnya lebih kecil tapi lebih stabil.
Pria kelahiran tahun 1839 ini fokus pada sesuatu yang dikenal sebagai
research & development sekarang.
Tidak suka limbah pengilangan minyak terbuang sia-sia, perusahaannya
kemudian membuat berbagai olahan bermanfaat. Mulai dari macam-macam
pelumas, minyak, pendulu Vaseline, cat dan masih banyak lagi.
Kekuasaan Rockefeller di industri minyak makin merajalela seiring
raupan profit tinggi. Dia membeli perusahaan-perusahaan lain baik dengan
cara baik-baik maupun cara kotor lalu membentuk monopoli. (SPC-10/dtc)





