10 Perbedaan Cara Berpikir Seorang Miliarder dengan Orang Biasa
Feature, Zillionaire 08.00
Pengarang buku How Rich People Think, Steve Siebold, yang
telah mewawancari miliarder hampir tiga dekade mencoba mencari tahu
sesuatu yang membuat kalangan super kaya punya pola pikir yang
berlawanan dengan orang kebanyakan. Hal ini berlatar dari ‘kecemburuan’ kalangan kelas menengah terhadap orang-orang kaya.
Dikutip dari bussines Insider, perbedaan sebetulnya terletak pada uang itu sendiri. Ini adalah mengenai mentalitas.
“Kalangan kelas menengah sering menasehati untuk bahagia dengan apa
yang dimiliki. Secara keseluruhan, banyak orang yang merasa ketakutan
bila ingin berkaitan dengan uang,” dikutip Minggu (30/9/12)
Berikut adalah 10 perbedaan cara berpikir para miliarder dengan orang-orang biasa:
1. Orang biasa menganggap uang adalah akar dari segala
kejahatan. Orang kaya berpikir kemiskinan adalah akar dari semua
kejahatan
Siebold mengatakan banyak orang yang telah dicuci otaknya dengan
menganggap orang kaya adalah kalangan beruntung atau tidak jujur. Inilah
yang menyebabkan munculnya budaya malu untuk menjadi kaya di kalangan
masyarakat berpenghasilan rendah.
“Masyarakat seluruh dunia tahu bahwa memiliki uang memang tak
menjamin kebahagiaan namun membuat hidup lebih mudah dan lebih bisa
dinikmati,” kata Siebold.
2. Orang biasa menganggap egois adalah sifat buruk. Orang kaya memandang egois adalah kebajikan
“Orang kaya keluar rumah dan membuat dirinya senang. Mereka tak
berupaya untuk berpura-berpura menyelamatkan dunia,” kata Siebold.
Masalahnya masyarakat kelas menengah memandang hal itu sebagai
sesuatu yang negatif dengan membiarkan tetangga mereka hidup dalam
kemiskinan.
“Jika anda tak menjaga diri sendiri, Anda tak dalam posisi untuk
menolong orang lain. Anda tak bisa memberikan yang tak Anda miliki,”
3. Orang biasa bermental penjudi. Orang kaya memiliki mental beraksi
Siebold mengatakan, saat sebagian orang menunggu menemukan angka yang
tepat dan berharap meraih kekayaan, orang kaya berupaya untuk
menyelesaikan masalah.
“Para pahlawan (kelas menengah) menunggu Tuhan, pemerintah, bos, atau
pasangannya. Ini adalah cara berpikir orang rata-rata yang menurunkan
cara pendekatan ini dalam memandang hidup padahal detik jam terus
berdetak,”
4. Orang biasa menganggap jalan menjadi kaya harus melalui
pendidikan formal. Orang kaya percaya dengan cara mengambil ilmu yang
lebih spesifik
5. Orang biasa terbius dengan kejayaan masa lalu. Orang kaya bermimpi untuk masa depan
Miliarder mendapatkan kekayaannya karena mereka bertaruh dengan
dirinya dan proyek yang dibuatnya, tujuan, dan ide-ide ke dalam masa
depan yang belum jelas.
Orang-orang yang percaya dengan kekayaan yang pernah diperolehnya,
jarang sekali menjadi kaya. Bahkan biasanya berakhir dengan
ketidakbahagiaan dan depresi.
6. Orang biasa melihat uang dengan emosi. Orang kaya melihat uang secara logis.
Ketika mendapatkan uang, orang biasa akan mentransformasikannya
menjadi sebuah ketakutan dan didorong oleh pemikiran untuk mengubahnya
menjadi masa pensiun yang menyenangkan
Orang kaya melihat uang sebagai alat yang kritis yang menggambarkan pilihan dan peluang.
7. Orang biasa mendapat uang dari aktivitas yang tak disukai. Orang kaya mengikuti hasrat mereka
Rata-rata orang biasa melihat orang kaya bekerja sepanjang waktu.
Kalangan yang lebih pintar berusaha untuk melakukan apa yang disukai dan
mencari cara untuk menghasilkan uang dari kecintaannya itu.
Di pihak lain, kalangan kelas menengah mendapat pekerjaan yang tak disukainya karena mereka membutuhkan uang.
8. Orang biasa menetapkan target rendah agar tak kecewa. Orang kaya meninggikan target sebagai tantangan
Psikolog dan ahli kesehatan lain seringkali memberikan nasihat kepada
pasiennya untuk memasang target rendah dalam kehidupannya agar tak
kecewa.
“Takkan ada orang yang bisa menjadi kaya dan hidup dengan impiannya tanpa memasang target besar,” kata Siebold.
9. Orang biasa percaya harus melakukan sesuatu untuk menjadi
kaya. Orang kaya percaya Anda harus menjadi sesuatu untuk menjadi kaya
Inilah alasan mengapa orang seperti Donald Trump beranjak dari
jutawan menjadi miliarder yang berutang US$9 miliar dan kembali dengan
kekayaan yang lebih besar.
“Di saat sebagian besar orang terpaku untuk mengerjakan dan segera
mendapat hasil dari pekerjaannya, orang-orang terkenal berupaya
mempelajari dan berkembang dengan setiap pengalaman yang dimiliki,”
10. Orang biasa percaya Anda butuh uang untuk menghasilkan uang. Orang kaya menggunakan uang milik orang lain
Siebold mengatakan orang kaya umumnya tak takut untuk menghimpun kekayaannya dari kantong orang lain. (SPC-10/viva)




