Prospek Bisnis Martabak Masih Cerah
Feature, WiraUsaha 14.34
Biarpun
penjaja martabak sudah merajalela di sepanjang jalan, peluang bisnis
makanan gurih ini tak pernah surut. Bahkan, kini makin banyak jenis
modifikasinya, mulai dari rasa sampai ukuran.
Seorang
pengusaha martabak yang giat berinovasi adalah Armala. Pemilik gerai
Martabak Mini Kartika ini mulai memodifikasi rasa, ukuran, maupun
gerobak martabaknya sejak tahun 2008. la sendiri mulai berdagang
martabak pada tahun 2006.
Dengan
membidik pasar pelajar dan pekerja kantoran, Armala menjual martabak
berukuran mini. "Segmen pasar yang punya aktiftas dari pagi hingga sore
hari ini yang kami incar," katanya.
Setelah berjalan satu tahun, tepatnya Juli 2009, Armala pun mulai meluncurkan program kemitraan. "Banyak konsumen yang menanyakan peluang bisnis martabak mini ke saya," ujarnya.
Setelah berjalan satu tahun, tepatnya Juli 2009, Armala pun mulai meluncurkan program kemitraan. "Banyak konsumen yang menanyakan peluang bisnis martabak mini ke saya," ujarnya.
Kini,
Martabak Mini Kartika telah memiliki 20 mitra yang tersebar di seputar
Jabodetabek, Cirebon, Sindang Laut, sampai Palembang. Tertarik Anda
cukup menyiapkan dana sebesar Rp 12 juta. Dengan investasi sebesar itu,
Anda bisa menjadi mitra Martabak Mini Kartika selama lima tahun. Tak ada
biaya royalti maupun franchise fee.
Armala
menanyakan, seluruh keuntungan akan menjadi milik mitra juga
menyesuaikan fasilitas pengembalian uang bila tidak mencapai target
balik modal atau return ofinvestment (ROI) sesuai perjanjian.
Dari
Martabak Mini Kartika, mitra bakal mendapat gerobak untuk berjualan,
kompor dan tabung gas berukuran 3 kilogram (kg), serta cetakan martabak
sebanyak empat set. Di samping itu, Armala memberikan perlengkapan
berjualan, seperti toples, pisau, dan kemasan martabak
Untuk bahan baku, mitra juga bisa membeli adonan dan topping seharga Rp 61.500 per kg. Adapun martabak tersaji dalam 40 varian rasa. Di antaranya keju, cokelat, kacang, stroberi, blueberry, serta nangka. "Mitra tinggal menyiapkan tenaga dan lokasi. Setiap pemesanan bahan baku akan kami antar ke lokasi mitra," ajar Armala.
Untuk bahan baku, mitra juga bisa membeli adonan dan topping seharga Rp 61.500 per kg. Adapun martabak tersaji dalam 40 varian rasa. Di antaranya keju, cokelat, kacang, stroberi, blueberry, serta nangka. "Mitra tinggal menyiapkan tenaga dan lokasi. Setiap pemesanan bahan baku akan kami antar ke lokasi mitra," ajar Armala.
Setelah
lolos survei lokasi usaha dan melunasi biaya kemitraan, tenaga yang
telah disiapkan mitra bakal mendapatkan pelatihan langsung di outlet
atau kantor pusat Martabak Mini Kartika selama seminggu. Armala
menjamin, ketika proses pelatihan selesai, mitra dapat langsung memulai
usahanya.
Dengan asumsi omzet bulanan sebesar Rp 8,1 juta, dia memperkirakan, investasi mitra bakal kembali dalam waktu enam bulan.
Demi menjaga kualitas produk maupun layanan, Armala telah menyiapkan standard
operating procedure (SOP) yang harus diikuti tiap mitra. "Kami akan pantau selama perjanjian berlangsung," kimbuh dia.
operating procedure (SOP) yang harus diikuti tiap mitra. "Kami akan pantau selama perjanjian berlangsung," kimbuh dia.
Supaya
investasi cepat kembali, Dience Arista, mitra Martabak Mini Kartika di
daerah Bekasi, bilang, calon mitra harus pandai memilih lokasi
berjualan. Sebaiknya, lokasi dekat dengan sekolah. la sendiri membuka
gerai di kantin Sekolah Dasar el-Salam, Bogor. "Banyak siswa suka
jajanan martabak. Tinggal satu bulan lagi, saya balik modal," tandasnya.
Selama
dua bulan beroperasi, gerai Dience mampu meraup omzet Rp 360.000 per
hari. Ia memperoleh laba bersih 20-30 persen dari total omzet. Harga
martabak itu adalah Rp 3.000-Rp 5.000 per potong. (bn/kontan)





