Bank Mandiri Masuki Pembiayaan Energi Hidro
Breaking News 10.04
Budi J Siahaan, Senior Vice President Institutional Banking Bank Mandiri, mengungkapkan, perseroan tahun ini mulai memberikan kredit untuk proyek energi hidro untuk mengatasi
krisis energi di Indonesia. Saat ini, Bank Mandiri memberikan pembiayaan energi mini hidro di Sukabumi kepada PT Bio Jatropha Indonesia, cucu perusahaan
Medco Power, senilai Rp 75 miliar. Proyek tersebut untuk membangun pembangkit listrik mikro hidro berkapasitas 9 megawatt.
Sepanjang 2011, Bank Mandiri membukukan penyaluran kredit di sektor listrik, gas, dan air sebesar Rp 7,5 triliun, atau meningkat sebesar 27,9% dibanding sepanjang 2010 sekitar Rp 5,9 triliun. Selain di sektor listrik, pertumbuhan di sektor energi juga terjadi di sektor
pertambangan sebesar 17,4% menjadi Rp 15,9 triliun dibanding periode sama 2010 sekitar Rp 13,5 triliun. Sementara itu, sektor konstruksi tumbuh 24,2% menjadi Rp 10,9 triliun.
Pertumbuhan kredit sektor kelistrikan perseroan sepanjang 2011 lebih tinggi dibanding pertumbuhan total kredit Bank Mandiri (bank only) yang sebesar 25,1% menjadi Rp 274 triliun, dibanding periode sama 2010 sebesar Rp 219,0 triliun.
Selain Bank Mandiri, sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) juga meningkatkan pembiayaan di sektor energi. Eko Budiwiyono, Ketua Asosiasi Bank-bank Pembangunan Daerah (Asbanda) yang juga Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta (Bank DKI), mengatakan ada beberapa proyek infrastruktur yang akan dibiayai BPD, antara lain proyek PT PLN.
Bank DKI, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel), PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur (Bank Kaltim), dan PT Bank Pembangunan Daerah Papua telah memberikan sindikasi kredit untuk proyek pembangkit listrik di Kaltim senilai Rp 380 miliar. ( indonesiafinancetoday.com)





