Garuda Cari Utang USD 200 Juta
Pasar Modal 13.49
Dalam rencana tersebut perseroan masih mencari dua opsi pendanaan yang tepat, apakah lewat pinjaman perbankan atau obligasi. Dwitya PutraJakarta–PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tengah mencari dana segar senilai USD200 juta untuk melengkapi kebutuhan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini yang diperkirakan mencapai USD450 juta.
“Ya. Kami masih butuh dana sekitar USD200 juta. Dana itu untuk kebutuhan capex kami,” kata Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbatoruan, seusai paparan publik, di Jakarta, Jumat, 24 April 2012.
Menurut Elisa, dana sebesar USD200 juta akan melengkapi kebutuhan capex perseroan yang mencapai Rp1,4 triliun atau naik sekitar 30% dari capex pada 2011 sebesar Rp1,1 triliun atau USD250 juta.
Elisa juga mengungkapkan, sumber pendanaan yang dibutuhkan nanti bisa berasal dari beberapa opsi seperti pinjaman perbankan, maupun obligasi.
Sejauh ini, kata Elisa, pihaknya belum bisa menentukan opsi yang akan dipilih oleh perseroan untuk mendapatkan dana tersebut. “Kalau sekarang belum bisa diungkapkan. Nanti, bisa ditanyakan lagi ke direktur keuangan yang baru,” tambah Elisa.
Dengan pendanaan tersebut, Garuda akan menambah jumlah utang mereka dari yang tercatat selama 2011 sebesar Rp4,14 triliun yang turun dari utang di 2010 sebesar Rp4,81 triliun. Adapun pada tahun lalu, perseroan baru mendapat utang baru sebesar USD80 juta.
Elisa menjelaskan, nantinya dana capex yang didapatkan akan digunakan untuk penambahan armada baru, pengembangan IT (information technology), pengembangan hanggar, dan lain-lainnya.
Saat ini, Garuda telah mengamankan dana untuk capex yang berasal dari free cash flow dan sisa dana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).(infobanknews.com)




