Likuiditas Golden Energy Tertinggi

PT Golden Energy Mines (GEMS), anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di bidang pertambangan batu bara, mencatatkan kenaikan likuiditas tertinggi pada 2011 dari sembilan emiten batu bara yang diriset IFT. Kenaikan likuiditas Golden Energy karena masuknya dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO) pada akhir 2011.

Pada IPO tersebut, Golden Energy meraih dana sebesar Rp 2,2 triliun. Dengan demikian, posisi kas dan setara kas pada akhir 2011 mencapai Rp 1,88 triliun, meningkat dari Rp 250 miliar pada akhir 2010. Likuiditas Golden Energy juga merupakan yang tertinggi di antara emiten lainnya.

Sepanjang 2011, Golden Energy mencatatkan kenaikan laba yang signifikan seiring peningkatan produksi. Laba bersih perseroan tahun lalu mencapai Rp 301,66 miliar, naik 788% dibandingkan pada 2010 sebesar Rp 33,96 miliar.

Fuganto Widjaja, Direktur Utama Golden Energy, menyatakan kenaikan laba bersih ditopang penjualan yang mencapai 208,6% (year-on-year) menjadi Rp 2,86 triliun dari tahun sebelumnya Rp 927,11 miliar. Hal ini tidak lepas dari kenaikan produksi sebesar 148,7% dari 1,8 juta ton menjadi 4,39 juta ton. “Volume produksi relatif masih kecil dibandingkan total cadangan batu bara yang mencapai 911,25 juta ton per 31 Desember 2011,” ujarnya.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Harum Energy Tbk (HRUM), dua emiten batu bara lainnya, juga membukukan kenaikan likuiditas. Menurut Departemen Riset IFT, kenaikan likuiditas Indo Tambangraya karena peningkatan lebih dari dua kali lipat kas dan setara kas daru US$ 295 juta menjadi US$ 612 juta. Kenaikan posisi kas dan setara kas tersebut dipengaruhi oleh kenaikan kas bersih hasil aktivitas operasi dari US$ 239 juta menjadi US$ 592 juta. Pada saat yang sama, jumlah kewajiban lancar hanya meningkat dari US$ 332 juta menjadi US$ 451 juta.

Indo Tambangraya mencetak laba bersih US$ 551,30 juta selama 2011, naik 191,50% dibandingkan periode sama 2010 sebesar US$ 189,12 juta. Kenaikan laba ini didorong kuatnya penjualan bersih produsen batu bara keempat terbesar di Indonesia itu sebesar US$ 2,38 miliar, naik 5,12% dibanding 2010 senilai US$ 1,64 miliar. Indo Tambangraya juga mencatatkan laba usaha US$ 706,91 juta, naik 94,79% dibanding 2010 sebesar US$ 362,90 juta.

Kenaikan likuiditas Harum Energy karena peningkatan kas dan setara kas serta persediaan batu bara. Kas dan setara kas perusahaan yang didirikan pengusaha nasional Kiki Barki tersebut pada 2011 mencapai Rp 1,66 triliun, meningkat dari Rp 1,03 triliun pada 2010. Nilai persediaan batu bara juga meningkat dari Rp 297 miliar menjadi Rp 627 miliar.

Pada 2011, produsen batu bara keenam nasional berdasarkan area konsesi tersebut, mencatatkan kenaikan laba yang signifikan ditopang peningkatan produksi dan harga jual. Sepanjang 2011, Harum membukukan laba bersih Rp 1,78 triliun, tumbuh 81,24% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 981,21 miliar.

Alexandra Mira, Sekretaris Perusahaan Harum Energy, mengatakan pendapatan perseroan naik 62,63% (year-on-year) menjadi Rp 7,29 triliun dari Rp 4,48 triliun. Beban pokok penjualan (cost of goods sold) sebesar 48,57% menjadi Rp 4,32 triliun dari sebelumnya Rp 2,9 triliun.



Tiga Emiten Turun

Tiga emiten batu bara membukukan penurunan likuiditas sepanjang 2011, yaitu PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN). Penurunan likuiditas Bayan disebabkan adanya pinjaman jangka pendek sebesar Rp 1,66 triliun. Juga kenaikan pinjaman jangka panjang yang akan jatuh tempo kurang dari satu tahun dari Rp 521 miliar menjadi Rp 1,19 triliun, menjadi penyebab turunnya likuiditas perseroan. Pada saat yang sama, kas dan steara kas Bayan relatif tetap pada Rp 1,4 triliun.

Sementara penurunan likuiditas Bumi Resources karena adanya pinjaman jangka pendek sebesar US$ 666 juta. Pada saat yang sama, aset lancar Bumi relatif tidak berubah.

Menurut Departemen Riset IFT, semakin liquid posisi keuangan satu perusahaan, semakin kuat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya. Dengan demikian, semakin leluasa perusahaan tersebut melakukan aktivitas operasional, termasuk untuk melakukan ekspansi usaha.

Posted by INFO GeRATIS on 08.43. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 comments for Likuiditas Golden Energy Tertinggi

Leave comment

GeRATIS Info meledakkan Penghasilan Anda:

Segera cek email Anda untuk mengaktifkan


Frans Ana

Phone : +6221 95800002


FOLLOW US :

2010 INFO GeRATIS. All Rights Reserved. - Written by : Frans Firdaus