Pasar Perkantoran Jakarta di Posisi Sepuluh Besar Asia Pasifik


Jakarta berada di posisi 10 besar pasar perkantoran Asia Pasifik, menurut lembaga riset dan konsultan properti Collier International. Kondisi ini seiring dengan makin kuatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada saat ini.

Mark Lampard, Managing Director of Corporate Solutions Colliers International Asia Pacific, mengatakan status investment grade yang diraih Indonesia memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih besar. “Kebutuhan terhadap ruang kantor pun akan semakin besar, tarif sewa, serta harga jual akan terdorong naik. Kenaikan ini akan kembali terjadi di 2012,” ujarnya.

Simon Lo, Executive Director of Research and Advisory Colliers International Asia, mengatakan tingginya minat investasi di Indonesia menjadi pendorong naiknya nilai properti di Jakarta. Berdasarkan imbal hasil (yield), ruang kantor di ibu kota memiliki yield 8,1% sepanjang semester II 2011.

Colliers International mencatat dengan besaran yield tersebut, Jakarta berada di peringkat kedelapan dari 24 negara Asia Pasifik. Besaran yield ini lebih tinggi dibandingkan Singapura yang mencapai 4,2%.

“Tidak hanya yield, tapi tingkat okupansi di kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) dan di luar kawasan ini juga meningkat. Ruang perkantoran yang kosong di Jakarta jumlahnya turun 1,5% di semester II tahun lalu,” kata Lo.

Ferry Salanto, Research Division Manager Colliers International Indonesia, menyatakan persaingan mendapatkan ruang kantor yang berkualitas di lokasi yang strategis turut mendorong tingkat okupansi.

Tingkat okupansi ruang kantor di daerah kawasan pusat bisnis Jakarta pada 2011 mencapai 89,8%. Sedangkan di luar kawasan pusat bisnis tingkat okupansinya 90,2%. Colliers memperkirakan tingkat okupansi gedung perkantoran di kawasan pusat bisnis pada 2012 sebesar 87,9%. Di luar kawasan pusat bisnis diproyeksikan sebesar 87,2%.

Dari sisi tarif sewa untuk kawasan Asia Pasifik, pada 2012 Jakarta berada di posisi ke-24. Di kawasan Asia Tenggara, Jakarta berada di posisi keenam. Colliers International memprediksi tarif sewa kantor di Jakarta pada 2012 bisa naik hingga 7,15% dibandingkan sepanjang 2011, atau mencapai US$ 24,11 per meter persegi per bulan.

Colliers International mencatat pada 2012 jumlah pasokan ruang perkantoran di Jakarta akan bertambah 425 ribu meter persegi. Dengan demikian, jumlah kumulatif ruang perkantoran di ibu kota menjadi sekitar 6,66 juta meter persegi.

Persaingan yang ketat tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga beberapa kota di Asia Pasifik lainnya. “Kawasan Asia Pasifik menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dan hampir merata. Di Chengdu dan Shanghai di Cina, jumlah ruang kantor yang kosong masing-masing turun 7,8% dan 3,2%,” kata Lo.

Singapura juga menunjukan tingkat okupansi yang cukup stabil, meskipun sempat menurun.
Dari sisi pasokan, Asia Pasifik juga menjadi pemasok ruang perkantoran terbesar. Colliers International memperkirakan Guangzhou, China, dan Tokyo, Jepang, masing-masing menyediakan 19,6 juta meter persegi dan 15,6 juta meter persegi pasokan ruang kantor baru sepanjang 2011.

Colliers International juga memprediksi tahun ini Jakarta dapat menyumbang sekitar 2 juta meter persegi area perkantoran baru dari keseluruhan pasokan kantor di Asia Pasifik. Jumlah ini setara dengan 13% dari total pasokan kantor baru di Asia Pasifik seluas 15 juta meter persegi.

Dengan jumlah pasokan tersebut, Jakarta akan berada di posisi ke tujuh dari 28 kota di Asia Pasifik. Untuk kawasan Asia Tenggara, Jakarta berada di posisi pertama dari tujuh kota. Kota-kota lainnya di Asia Tenggara termasuk Singapura, Kuala Lumpur, Hanoi, Ho Chi Minh, Manila, dan Bangkok.

Anton Sitorus, Direktur Riset Jones Lang LaSalle-Procon Indonesia, memaparkan pertumbuhan ekonomi yang terjadi sejak 2006 mampu membuat tingkat okupansi naik di atas 80%.

Kondisi ekonomi yang terus membaik membuat konsumsi domestik dan kelas menengah meningkat. Anton menjelaskan semakin banyak investasi asing yang masuk, membuktikan Indonesia merupakan pasar yang menarik bagi investor. “Bersamaan dengan meningkatnya investasi, baik dari perusahaan lokal maupun asing, tingkat permintaan perkantoran pun naik signifikan,” katanya.

Namun, menurut Anton, kenaikan permintaan belum mampu diimbangi oleh pasokan. Pengembang masih lebih memilih membangun residensial dan ritel. Hal ini membuat tingkat okupansi naik cukup tinggi mencapai 95% di akhir 2011. (IndonesiaFinanceToday.com)

Posted by INFO GeRATIS on 08.36. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 comments for Pasar Perkantoran Jakarta di Posisi Sepuluh Besar Asia Pasifik

Leave comment

GeRATIS Info meledakkan Penghasilan Anda:

Segera cek email Anda untuk mengaktifkan


Frans Ana

Phone : +6221 95800002


FOLLOW US :

2010 INFO GeRATIS. All Rights Reserved. - Written by : Frans Firdaus