Danareksa Berencana Terbitkan Obligasi

PT Danareksa (Persero), induk usaha PT Danareksa Sekuritas dan PT Danareksa Investment Management, berencana menerbitkan obligasi untuk membayar obligasi yang akan jatuh tempo 25 September 2012 sebesar Rp 500 miliar, ungkap pejabat perusahaan. Saat ini manajemen sedang mengkaji rencana penerbitan obligasi ini.

Bondan Pristiwandana, Sekretaris Perusahaan Danareksa, mengatakan penerbitan obligasi menjadi salah satu alternatif perusahaan untuk membayar obligasi jatuh tempo. Perusahaan tetap mengkaji alternatif pendanaan lain seperti pinjaman perbankan dan pembayaran dengan kas internal. "Kami akan mencari pendanaan yang terbaik," kata Bondan.

Danareksa belum menentukan nilai penerbitan obligasi ini karena menunggu hasil kajian. Perusahaan kemungkinan dapat menerbitkan obligasi sesuai kebutuhan, bisa lebih kecil atau lebih besar dari yang dibutuhkan untuk membayar utang yang jatuh tempo. "Bisa jadi kami menggunakan dana obligasi dan kas internal, semua harus melalui kajian," kata Bondan tanpa menyebutkan besaran kas internal yang dimiliki perusahaan.

Prama Nugraha, Corporate Finance PT Panin Sekuritas Tbk (PANS), mengatakan perusahaan juga sedang melakukan kajian pendanaan untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo 15 Juni 2012 sebesar Rp 200 miliar. Perusahaan masih melakukan kajian, apakah akan melunasi obligasi dengan kas internal atau obligasi ulang. Saat ini likuiditas internal perusahaan masih mencukupi untuk melunasi obligasi jatuh tempo tersebut.

Berdasarkan laporan keuangan, perusahaan memiliki kas dan setara kas Rp 172,19 miliar pada September 2011, naik 45,26% dari Desember 2010 yang sebesar Rp 118,54 miliar. Panin Sekuritas memiliki ekuitas Rp 704,9 miliar, meningkat 10,75% dibanding Desember 2010 sebesar Rp 636,49 miliar.

Nicky Hogan, Direktur Utama PT Reliance Securities Tbk (RELI), mengatakan perusahaan berencana menerbitkan obligasi Rp 150 miliar pada awal 2012. Dana ini akan digunakan untuk membiayai ekspansi, seperti membuka kantor cabang, memperbaiki teknologi informasi, dan memberikan fasilitas margin.

Tergantung Kinerja

Menurut Departemen Riset IFT, penerbitan obligasi yang akan dilakukan Danareksa sangat tergantung kinerja dan peringkat utang (rating) perusahaan. Danareksa diestimasi akan memberikan kupon lebih rendah jika rating yang dimilikinya tidak turun.

Pada awal November 2011, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat A kepada Danareksa. Obligasi yang akan jatuh tempo pada 25 September 2012 diterbitkan Danareksa pada 2007 dengan kupon 10,87%.

Danareksa berpotensi menerbitkan obligasi dengan kupon lebih rendah karena pengaruh penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah yang menjadi acuan. Selama periode Januari 2011 hingga 11 Januari 2012, semua tenor obligasi negara mencatatkan penurunan yield dengan penurunan tertinggi dicatatkan obligasi tenor pendek.

Yield Surat Utang Negara (SUN) seri FR0019 tenor satu tahun mencatatkan penurunan tertinggi sebesar 267 basis poin ke level 3,43% pada 11 Januari 2012 dari level 6,10% pada Januari 2011. Penurunan yield tertinggi kedua dicatatkan SUN FR0028 bertenor lima tahun, yaitu sebesar 157 basis poin ke level 5,58% pada 11 Januari 2012 dari level 7,15% pada Januari 2011.

Kinerja Danareksa tahun ini diprediksi akan dipengaruhi performa anak usaha, khususnya Danareksa Sekuritas. PT Danareksa Sekuritas masih mencatatkan kerugian dari transaksi perdagangan efek pada kuartal III 2011 sebesar Rp 156,85 miliar karena perseroan memiliki saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sebagai konsekuensi menjadi penjamin emisi (underwriter) initial public offering (IPO) perusahaan tersebut.

Pembelian saham Garuda ini dilakukan Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Mandiri Sekuritas karena sebagian saham IPO tidak terserap investor. Pada 12 Januari 2012, harga saham Garuda tercatat Rp 570 per saham atau masih berada di bawah harga IPO yang sebesar Rp 750 per saham.

Pada akhir 2010, Danareksa Sekuritas membukukan keuntungan dari transaksi efek sebesar Rp 3,64 miliar. Akan tetapi, kerugian transaksi perdagangan efek berimbas pada pendapatan usaha Danareksa Sekuritas pada kuartal III 2011 yang hanya Rp 44,05 miliar.

Pada akhir 2010, Danareksa membukukan laba bersih setelah pajak Rp 47,7 miliar. Namun, pada kuartal III 2011, Danareksa Sekuritas mencatatkan rugi bersih setelah pajak Rp 59,86 miliar.

Untuk memperbaiki kinerjanya ini, Danareksa Sekuritas berencana menjual kepemilikan sahamnya di Garuda Indonesia kepada investor strategis. Parikesit Suprapto, Deputi Menteri BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan, sebelumnya mengatakan perusahaan sekuritas milik pemerintah yang memegang saham Garuda berencana menjual saham tersebut. Namun, Parikesit tidak menjelaskan skema yang akan digunakan dalam penjualan saham Garuda.

Sebelumnya, IFT memberitakan terdapat dua cara penjualan saham Garuda yang menjadi pertimbangan sekuritas. Pertama, saham Garuda yang dipegang ini dijual keseluruhan secara langsung kepada investor strategis (block sales). Kedua, saham Garuda dijual secara bertahap kepada investor melalui penerbitan mandatory exchangeable notes. (indonesiafinancetoday.com)

Posted by INFO GeRATIS on 16.14. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 comments for Danareksa Berencana Terbitkan Obligasi

Leave comment

GeRATIS Info meledakkan Penghasilan Anda:

Segera cek email Anda untuk mengaktifkan


Frans Ana

Phone : +6221 95800002


FOLLOW US :

2010 INFO GeRATIS. All Rights Reserved. - Written by : Frans Firdaus