Indo Premier dan Standard Chartered Akan Tangani Obligasi Rp 7 Triliun

PT Indo Premier Securities dan PT Standard Chartered Securities Indonesia akan menangani bisnis penjaminan emisi obligasi hingga sebesar Rp 7 triliun pada tahun ini. Menurut direksi perusahaan, nilai penjaminan emisi obligasi ini bisa mengalami kenaikan seiring peningkatan minat investor terhadap obligasi yang diterbitkan perusahaan tersebut.

Rayendra L Tobing, Direktur Indo Premier Securities, mengatakan perusahaan akan menangani sekitar lima penjaminan emisi obligasi pada tahun ini dengan nilai Rp 5 triliun. "Dua penjaminan emisi dilakukan pada semester I 2012, sisanya akan dilakukan pada semester II," kata Rayendra.

Menurut Rayendra, empat dari lima perusahaan yang akan menerbitkan obligasi tersebut menggunakan skema penawaran umum berkelanjutan. Perusahaan yang akan ditangani oleh Indo Premier berasal dari sektor jasa keuangan dan sektor konsumsi. Menurutnya banyak perusahaan yang menerbitkan obligasi pada semester I 2012 karena tingkat inflasi masih terkendali.

Kenaikan peringkat utang Indonesia menjadi investment grade mendorong penurunan yield obligasi sehingga biaya penerbitan obligasi lebih murah. Penurunan BI Rate juga menjadi faktor yang membuat perusahaan bisa mendapatkan kupon lebih murah dalam penerbitan obligasi. Saat ini banyak perusahaan menerbitkan obligasi dengan tenor yang lebih panjang untuk menghindari kupon yang lebih tinggi.

Wenda Rusli, Direktur Standard Chartered Securities Indonesia, mengatakan perusahaan juga telah mendapatkan komitmen untuk melakukan beberapa penjaminan emisi obligasi hingga semester I tahun ini. Ada sekitar empat perusahaan yang akan ditangani perusahaan dalam penerbitan obligasi pada April dan Mei 2012 dengan nilai Rp 2 triliun.

Menurut Wenda, dua perusahaan tersebut bergerak pada bisnis pembiayaan. Standard Chartered akan menggunakan skema joint underwriter dengan perusahaan sekuritas lainnya. Wenda tidak mengatakan perusahaan sekuritas yang diajaknya untuk menangani bisnis penjaminan emisi tersebut.

Medium Term Notes

Pada tahun ini, beberapa perusahaan multifinance memiliki rencana untuk menerbitkan obligasi, antara lain PT Bima Finance. Perusahaan pembiayaan skala menengah ini berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 500 miliar dan medium term notes Rp 100 miliar. Menurut direksi perusahaan, dana penerbitan obligasi dan medium term notes ini akan digunakan untuk membiayai penyaluran kredit.

Wina Ratnawati, Direktur Keuangan Bima Finance, mengatakan perusahaan telah menunjuk PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) sebagai penjamin emisi. Bima Finance menargetkan penerbitan medium term notes akan dilakukan pada April 2012. "Untuk penerbitan obligasi, kami masih dalam proses pembahasan dengan penjamin emisi," kata Wina.

Pada tahun ini perseroan menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 1,7 triliun, naik 21,43% dari realisasi akhir 2011 Rp 1,4 triliun. Menurut Wina, untuk merealisasikan targetnya, perusahaan berencana meningkatkan pembiayaan kendaraan komersial dan alat berat. Perusahaan juga akan memperbanyak penyaluran pembiayaan sepeda motor di wilayah Sumatera.

Posted by INFO GeRATIS on 16.15. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 comments for Indo Premier dan Standard Chartered Akan Tangani Obligasi Rp 7 Triliun

Leave comment

GeRATIS Info meledakkan Penghasilan Anda:

Segera cek email Anda untuk mengaktifkan


Frans Ana

Phone : +6221 95800002


FOLLOW US :

2010 INFO GeRATIS. All Rights Reserved. - Written by : Frans Firdaus